Likuidasi Besar Mengikuti Koreksi Harga Ethereum, Mempercepat Tekanan di Pasar Derivatif

Harga Ethereum (ETH) kembali menghadapi tekanan signifikan setelah jatuh di bawah level teknikal kunci yang telah bertahan selama beberapa minggu. Pergerakan ini memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, mempercepat momentum bearish dan mengguncang sentimen investor.
ETH, yang sebelumnya menunjukkan pemulihan moderat, turun tajam ketika pasar global beralih ke mode risk-off, mencerminkan sensitivitas aset digital terhadap ketidakpastian makro. Penurunan mendadak ini langsung diikuti oleh volume likuidasi yang melonjak di berbagai bursa derivatif utama.
Likuidasi Menembus Ratusan Juta Dolar dalam Hitungan Jam
Menurut data likuidasi dari beberapa platform analitik, total likuidasi posisi long Ethereum mencapai ratusan juta dolar, sementara likuidasi sisi short terjadi dalam jumlah lebih kecil. Lonjakan likuidasi ini merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir.
Bursa derivatif mencatat:
Likuidasi long yang dominan, terutama di level support yang ditembus,
Open interest ETH turun drastis, mengindikasikan retaknya kepercayaan trader jangka pendek,
Funding rate yang berbalik negatif, menandakan dominasi posisi short dalam beberapa jam terakhir.
Fenomena seperti ini sering kali muncul ketika pasar kehilangan pijakan teknikal, menyebabkan gelombang margin call otomatis yang memperbesar tekanan jual.
Penurunan Level Kunci Memicu Panic-Unwind
ETH turun dari level support utama — sering dipandang sebagai “garis pertahanan” bagi struktur bullish. Begitu level tersebut ditembus, algoritma perdagangan dan trader leverage tinggi mulai menutup posisi.
Analis derivatif menyebut fenomena ini sebagai:
“Cascade liquidation zone — area di mana tekanan jual bukan lagi berasal dari sentimen, melainkan dari mekanisme pasar itu sendiri.”
Ketika harga bergerak cepat ke bawah, posisi leverage tinggi (3x–50x) langsung terlikuidasi, menambah volatilitas dan mempercepat penurunan.
Dinamika Makro: Pasar Kripto Terseret Tekanan Global
Koreksi Ethereum terjadi bersamaan dengan melemahnya pasar aset berisiko global. Faktor eksternal yang menggerakkan pasar meliputi:
ketegangan geopolitik,
ekspektasi kebijakan bank sentral yang kurang dovish,
risiko resesi di beberapa ekonomi utama,
dan penguatan dolar AS secara teknikal.
Lingkungan makro seperti ini membuat trader enggan memegang posisi leverage tinggi, sehingga pergerakan kecil saja dapat menyebabkan likuidasi besar.
Apakah Ini Menandakan Tren Bearish Baru?
Meskipun tekanan likuidasi signifikan, beberapa analis menilai bahwa:
fundamental Ethereum tetap solid,
aktivitas on-chain tidak menunjukkan kepanikan,
dan long-term holders tidak menjual secara agresif.
Namun untuk jangka pendek, ETH akan tetap berada dalam zona volatilitas tinggi karena:
open interest masih besar,
likuiditas order book belum sepenuhnya pulih,
dan level support selanjutnya berada cukup jauh dari harga saat ini.
Jika ETH berhasil memulihkan kembali level teknikal yang ditembus, momentum bullish dapat terbentuk kembali. Tetapi jika tekanan bertahan, pasar dapat menghadapi rangkaian likuidasi tambahan.
Bagaimana Reaksi Trader?
Trader ritel tampak mengurangi leverage dan meningkatkan eksposur stablecoin. Sementara itu:
market makers memperlebar spread,
whales memanfaatkan volatilitas untuk mengakumulasi,
dan algoritma high-frequency trading meningkatkan frekuensi order cancel-replace.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pasar belum memasuki fase panic selling penuh, tetapi tetap berada pada kondisi rapuh.
Kesimpulan
Likuidasi besar yang mengikuti koreksi harga Ethereum menunjukkan bagaimana pasar derivatif dapat memperbesar pergerakan harga secara drastis. Meskipun fundamental jaringan Ethereum tetap kuat, tekanan makro dan dinamika leverage menjadikan ETH salah satu aset paling sensitif saat ini.
Dalam jangka pendek, volatilitas kemungkinan masih berlanjut, dan trader perlu waspada terhadap potensi cascade liquidation tambahan jika level teknikal kritis kembali ditembus.
