Bitcoin Turun di Bawah $90.000, Pasar Risiko Melemah di Tengah Tekanan Makro Global

Bitcoin kembali mengalami penurunan tajam dan turun di bawah level psikologis $90.000, menyeret sebagian besar aset digital lainnya ke zona merah. Penurunan ini menambah tekanan pada pasar kripto yang sejak awal pekan memang dibayangi oleh ketidakpastian makro dan tingginya aversi risiko investor global.
Koreksi tajam ini membuat Bitcoin menghapus sebagian besar keuntungan yang sempat diraih pada awal 2026, memperkuat pandangan bahwa pasar sedang memasuki fase konsolidasi yang lebih dalam setelah beberapa bulan volatilitas tinggi.
Tensi Geopolitik Menjadi Pemicu Utama Tekanan Pasar
Aksi jual yang meluas dipicu oleh eskalasi ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global. Pernyataan tarif baru dari kedua blok ekonomi tersebut mendorong investor global untuk menarik modal dari aset berisiko, termasuk kripto, dan beralih ke aset safe-haven seperti emas dan obligasi jangka pendek.
Selera risiko yang melemah tercermin dari:
penurunan pasar saham global,
pelemahan indeks teknologi AS,
arus modal keluar dari ETF berbasis aset digital.
Ketegangan geopolitik semacam ini sering kali meningkatkan koreksi karena investor lebih memilih likuiditas tinggi dan volatilitas rendah.
Ether Menjadi Salah Satu Performa Terburuk
Ether (ETH) jatuh lebih tajam dibanding beberapa aset besar lainnya, menunjukkan bahwa altcoin besar masih sangat sensitif terhadap perubahan risiko makro. Penurunan ini terjadi meski aktivitas on-chain Ethereum tetap kuat, termasuk pertumbuhan wallet baru dan peningkatan penggunaan Layer-2.
Namun dalam kondisi aversi risiko seperti hari ini, fundamental jaringan tidak cukup kuat untuk menahan tekanan jual jangka pendek.
ETF Bitcoin & Ethereum Alami Outflow Besar
Data terbaru menunjukkan outflow besar dari ETF Bitcoin dan Ethereum, dengan ratusan juta dolar keluar dari produk-produk tersebut hanya dalam satu hari. Outflow ETF biasanya dianggap sinyal bearish kuat karena mencerminkan keputusan institusional untuk mengurangi eksposur terhadap kripto.
Outflow tersebut mengindikasikan:
arus modal defensif,
manajemen risiko institusi yang lebih ketat,
penghindaran volatilitas pasca meningkatnya konflik geopolitik.
ETF telah menjadi salah satu pendorong utama reli kripto beberapa bulan terakhir, sehingga angin berbalik pada instrumen tersebut memberikan tekanan signifikan.
Apakah Penurunan Ini Bersifat Siklus atau Struktural?
Beberapa analis menilai bahwa penurunan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan koreksi siklus jangka pendek daripada perubahan struktural dalam tren jangka panjang.
Indikator yang mendukung pandangan tersebut:
Hashrate tetap stabil, menandakan tidak ada tekanan besar dari miner.
Long-term holders tidak melakukan penjualan besar, yang berarti distribusi tidak meningkat.
On-chain activity tetap kuat, terutama pada penggunaan stablecoin.
Namun jangka pendeknya, volatilitas kemungkinan tetap tinggi, terutama jika konflik dagang AS–UE meningkat atau data inflasi berikutnya mengejutkan pasar.
Investor Menunggu Sinyal dari Kebijakan Moneter AS
Pasar kini menunggu petunjuk lebih banyak dari Federal Reserve mengenai arah suku bunga. Jika The Fed memberikan sinyal pelonggaran lebih cepat, aset berisiko berpeluang pulih. Sebaliknya, jika kebijakan moneter tetap ketat, tekanan dapat berlanjut.
Analis pasar di Davos menyebut situasi saat ini sebagai:
“Kombinasi yang tidak nyaman antara geopolitik panas dan kebijakan moneter dingin.”
Kondisi inilah yang membuat Bitcoin sulit mempertahankan reli sebelumnya.
Kesimpulan: Tekanan Jangka Pendek, Fundamental Masih Kuat
Penurunan Bitcoin di bawah $90.000 mencerminkan sentimen global yang melemah, bukan kerusakan fundamental pada ekosistem aset digital. Selama ketidakpastian makro masih meningkat, pasar kripto kemungkinan bergerak dalam pola volatilitas tinggi.
Namun dalam horizon jangka panjang, indikator jaringan dan minat institusional tetap menunjukkan kekuatan struktural.
Pasar kini berada di persimpangan antara risiko makro dan fundamental blockchain — sebuah dinamika yang dapat menentukan arah kripto beberapa minggu ke depan.
