Imbal Hasil Obligasi 30 Tahun AS Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Dekade di Tengah Kekhawatiran Inflasi akibat Perang Iran

KKevinwu
May 5, 2026
3 min read
Imbal Hasil Obligasi 30 Tahun AS Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Dekade di Tengah Kekhawatiran Inflasi akibat Perang Iran

Imbal hasil surat utang negara AS tenor 30 tahun telah melonjak melewati 5%, mendekati level tertingginya dalam sekitar dua dekade karena perang Iran memicu kekhawatiran inflasi.

Penting untuk diketahui, imbal hasil naik di seluruh kurva. Kemarin, obligasi tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing melonjak lebih dari 6 basis poin. Surat utang tenor 30 tahun naik 5 basis poin, sementara 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 9 bulan.

Krisis Obligasi Makin Dalam setelah Imbal Hasil 30 Tahun Tembus Level Kunci 5%

Menurut Global Markets Investor, level 5% pada obligasi tenor 30 tahun telah menjadi batas atas selama dua tahun terakhir. Level ini pernah diuji pada akhir 2023 dan awal 2025, tapi gagal bertahan di atas level tersebut pada kedua kesempatan.

Paparan tersebut juga menambahkan bahwa indeks S&P 500 mengalami koreksi setiap kali imbal hasil mendekati atau melampaui 5%. Jika imbal hasil bertahan di atas 5%, maka akan memasuki wilayah yang belum pernah terlihat selama hampir dua dekade. Puncak tahun 2023 di dekat 5,17% menjadi ujian besar berikutnya.

“Pada level 5%, obligasi pemerintah cukup menarik untuk menarik dana dari saham, sekaligus menaikkan biaya pinjaman untuk KPR, pinjaman korporasi, dan utang pemerintah AS,” tambah Global Markets Investor tersebut.

Konflik Iran mempercepat pergerakan ini. Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi mendorong inflasi secara luas, sehingga The Fed terpaksa mempertahankan kebijakan ketat. Kini pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hingga 37% pada akhir tahun, dibandingkan hanya 3% untuk penurunan suku bunga.

Ekonom Peringatkan Imbal Hasil Tinggi Bisa Picu Krisis Utang

Ekonom Peter Schiff mengungkapkan bahwa tren ini mengarah ke krisis yang semakin cepat mengingat tingkat utang AS saat ini.

“Imbal hasil pada obligasi 30 tahun AS sudah di atas 5%, hampir menyentuh level tertinggi selama dua puluh tahun. Pergerakan dari 5% ke 6% akan terjadi jauh lebih cepat daripada dari 4% ke 5%, dan dari 6% ke 7% bakal makin cepat lagi. Dengan utang AS yang sangat tinggi, lonjakan ini bisa memicu krisis ekonomi,” ujar Peter Schiff.

Analis Financelot menuturkan bahwa imbal hasil obligasi 30 tahun telah breakout dari pola wedge, sementara imbal hasil tenor 2 tahun mendekati 4%. Ia membandingkan situasi saat ini dengan tahun 1968, ketika imbal hasil Treasury sempat naik dua kali lipat memasuki masa resesi.

Pasar obligasi akan sangat menentukan apakah akan terjadi perubahan kebijakan lagi, tergantung seberapa cepat data inflasi mencerminkan kejutan harga energi.

Join Our Community

Connect with traders, share insights, and profit together!

⚡️

A collaborative community where traders of all levels learn, share knowledge, and grow together. Join us to exchange ideas and achieve profitable outcomes.