Ethereum Cetak Rekor Wallet Baru: 393.600 dalam Satu Hari — Apa Sebenarnya yang Terjadi di Jaringan?

Ethereum mencatat lonjakan aktivitas on-chain yang tidak biasa: 393.600 wallet baru tercipta hanya dalam 24 jam, angka tertinggi sepanjang sejarah jaringan. Rekor ini tidak hanya mencerminkan peningkatan aktivitas pengguna, tetapi juga menandai perubahan struktural dalam bagaimana Ethereum digunakan dan diperlakukan sebagai infrastruktur finansial global.
Lonjakan wallet semacam ini jarang terjadi tanpa alasan kuat. Dalam konteks awal 2026, beberapa indikator teknis dan fundamental mengarah pada satu kesimpulan: Ethereum sedang memasuki fase akselerasi adopsi, meskipun harganya belum menampilkan reli eksplosif seperti siklus-siklus sebelumnya.
Persisnya Apa yang Terjadi?
Menurut data on-chain, hampir 400 ribu wallet baru dibuat hanya dalam 24 jam—angka yang melampaui puncak aktivitas selama DeFi Summer 2020, NFT boom 2021, maupun migrasi jaringan besar di 2022–2024.
Sumber utama pertumbuhan wallet ini tampaknya berasal dari:
Lonjakan transaksi mikro (micro-tx)
Aktivitas stablecoin yang kembali meningkat
Aplikasi DeFi dengan onboarding massal
Jaringan layer-2 yang memerlukan pembuatan wallet Ethereum sebagai dasar
Proses otomatis (bot/hot-wallet) dari beberapa protokol baru
Arah Mulai Bergeser: Aktivitas On-Chain > Harga
Peningkatan wallet sering kali menjadi indikator awal perubahan struktural. Meski harga ETH bergerak relatif datar minggu ini, aktivitas jaringan menunjukkan hal sebaliknya: pengguna kembali datang — bahkan dalam skala yang jarang terlihat.
Fenomena seperti ini biasanya mendahului dua hal:
Kenaikan permintaan jaringan secara organik, bukan sekadar spekulatif.
Arus modal yang bergerak ke aplikasi, bukan hanya ke tokennya.
Ini penting karena di Ethereum, adopsi jaringan sering menjadi driver fundamental yang kemudian memengaruhi harga dalam jangka menengah.
Mengapa Aktivitas Bisa Meledak Dalam Sehari?
Analis melihat beberapa pemicu makro dan teknis:
1. Pertumbuhan Layer-2 yang Meledak
Optimism, Base, Arbitrum, dan ZK-rollups kini membuat onboarding sangat mudah.
Setiap pengguna L2 secara teknis “memiliki” wallet di Ethereum.
2. Lonjakan Aktivitas Stablecoin
Stablecoin seperti USDC, USDT, dan aset RWA semakin banyak digunakan untuk:
pembayaran lintas batas
settlement
treasury management
Setiap akun baru di aplikasi ini memerlukan wallet ETH.
3. Onboarding Web3 yang Semakin Masif
Aplikasi consumer crypto—game, platform sosial on-chain, dan pembayaran—mulai mendorong wallet creation otomatis, mirip seperti akun email.
4. Peluncuran Protokol Baru
Setiap peluncuran DeFi besar, terutama yang memberi insentif awal, selalu meningkatkan wallet creation.
5. Persiapan Institusional
Banyak analis menilai ini sebagai tanda awal instansi besar sedang mempersiapkan infrastruktur dompet untuk:
tokenisasi aset
settlement internal
integrasi chain-based accounting
Jumlah wallet baru dalam jumlah besar sering menjadi “jejak awal” aktivitas institusional.
Apakah Ini Sinyal Bullish? Belum Tentu — Tapi Penting
Satu hari data tidak cukup untuk membentuk tren, namun angka sebesar ini biasanya tidak muncul dalam pasar yang lemah.
Meski harga belum bergerak signifikan, dua hal terjadi:
Network demand naik
User base bertambah lebih cepat
Dalam siklus-siklus sebelumnya, kombinasi ini sering muncul sebelum kenaikan aktivitas ekonomi on-chain seperti:
volume DEX
transaksi DeFi
penggunaan stablecoin
pertumbuhan staking
Dengan kata lain:
Ini sinyal fundamental — bukan sinyal harga.
Risiko & Hal yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua lonjakan wallet berarti adopsi organik.
Analis memperingatkan kemungkinan:
aktivitas bot
aggregator airdrop
smart-contract automation
Namun, bahkan jika sebagian berasal dari bot, angka totalnya masih terlalu besar untuk diabaikan—dan sebagian besar aktivitas tetap diverifikasi sebagai wallet pengguna nyata.
Kesimpulan: Ethereum Sedang Memasuki Fase Pertumbuhan Baru
Rekor wallet creation ini menunjukkan bahwa jaringan Ethereum bergerak menuju fase adopsi yang lebih luas dan lebih stabil.
Harga mungkin belum mencerminkan hal itu, tetapi data on-chain memperlihatkan bahwa fondasi siklus baru sedang dibangun — bukan melalui spekulasi, melainkan melalui penggunaan nyata.
Jika tren ini bertahan, lonjakan wallet ini dapat menjadi salah satu indikator paling awal bahwa Ethereum sedang
masuk ke fase pertumbuhan berikutnya dalam siklus 2026.
