News

Crowd Kalshi Bertaruh Melawan Ekonom The Fed—Mungkinkah Pasar Benar-Benar Bisa Memprediksi Kebijakan Moneter?

KKevinwu
February 19, 2026
4 min read
Crowd Kalshi Bertaruh Melawan Ekonom The Fed—Mungkinkah Pasar Benar-Benar Bisa Memprediksi Kebijakan Moneter?

Prediction market semakin mendapatkan kredibilitas sekaligus menimbulkan kontroversi. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa prediksi berbasis pasar kini bisa bersaing dengan prediksi ekonomi tradisional dalam beberapa bulan ke depan.

Para ahli berpendapat bahwa pasar uang nyata yang selalu diperbarui ini bisa memberikan tolok ukur langsung dan kaya informasi bagi pengambil kebijakan serta peneliti mengenai ekspektasi ekonomi makro.

Akurasi Prediction Markets yang Meningkat Bertemu Dengan Regulasi yang Ketat

Analisis terbaru menemukan bahwa prediksi tersirat Kalshi untuk target suku bunga federal menghasilkan rata-rata error absolut sepanjang kira-kira 150 hari. Angka ini sebanding dengan error prediksi yang dihasilkan Survei Ekonom Profesional dari Federal Reserve Bank New York.

Sederhananya, studi ini menemukan bahwa saat memprediksi sekitar 150 hari ke depan (atau sekitar 3 rapat kebijakan The Fed), taruhan kolektif dari masyarakat ini sama akuratnya secara rata-rata dengan prediksi para ekonom profesional andalan yang disurvei oleh The Fed New York.

Namun, seiring Kalshi dan platform serupa makin dikenal, sorotan regulator pun semakin tajam. Ketua CFTC, Michael Selig, menegaskan bahwa lembaganya berniat mengambil alih pengawasan eksklusif secara federal terhadap prediction market.

“Sampai ketemu di pengadilan,” ujar regulator saat mereka mengajukan amicus brief ke Pengadilan Banding Sirkuit Kesembilan, mengacu pada kasus antara Crypto.com dengan Nevada Gaming Control Board.

I have some big news to announce… pic.twitter.com/3OBNTaOnIL

— Mike Selig (@ChairmanSelig) February 17, 2026

Perselisihan ini berpusat pada apakah hukum komoditas federal bisa menyingkirkan regulasi gaming negara bagian. Tahun lalu, Nevada memblokir kontrak acara olahraga milik Crypto.com dan mengklaim mereka sebagai perjudian ilegal yang tidak berizin.

SponsoredSponsored

Crypto.com pun membalas, menyebut produknya adalah derivatif yang diatur secara federal di bawah yurisdiksi CFTC. Walau pengadilan distrik sempat memenangkan pihak Nevada, kini kasus ini berlanjut ke Sirkuit Kesembilan.

Mantan Ketua CFTC, Chris Giancarlo, juga mengajukan dokumen dukungan. Ia memperingatkan bahwa perluasan intervensi negara bagian bisa mengancam kerangka regulasi seragam terhadap pasar derivatif.

Penolakan Politik dan Taruhan Institusi Soroti Kontroversi Pasar Prediksi

Reaksi politik muncul dengan cepat. Spencer Cox mengecam prediction market sebagai “perjudian—murni dan sederhana.” Gubernur Utah ini berjanji akan menggunakan setiap mekanisme konstitusi untuk melawan campur tangan federal secara berlebihan.

Mike, I appreciate you attempting this with a straight face, but I don’t remember the CFTC having authority over the “derivative market” of LeBron James rebounds. These prediction markets you are breathlessly defending are gambling—pure and simple. They are destroying the lives… https://t.co/Ohup2x3D8u

— Governor Cox (@GovCox) February 17, 2026

SponsoredSponsored

Elizabeth Warren juga menyuarakan kekhawatiran, menuduh CFTC telah mencabut wewenang negara bagian. Ia mendesak lembaga tersebut agar fokus melindungi pasar derivatif tradisional, bukan “membantu orang dalam politik yang korup.”

Trump’s CFTC is trying to strip states' authority to regulate gambling within their borders and protect Americans from getting ripped off.

The CFTC should focus on ensuring our derivatives markets don’t blow up the economy again, not helping corrupt political insiders cash in. https://t.co/lYKOpm4LOg

— Elizabeth Warren (@SenWarren) February 17, 2026

Di tengah gejolak regulasi, para pemain institusi pun berlomba mengambil peluang di sektor ini. Bitwise Asset Management mendaftarkan diri ke SEC untuk meluncurkan ETF yang melacak kontrak prediksi berbasis pemilu lewat platform “PredictionShares” mereka. Namun, para ahli melihat langkah ini patut dipertanyakan.

“ETF prediction market terdengar gila bagiku. Bitwise baru saja mendaftarkan ETF yang terkait hasil pemilihan presiden AS 2028. Jadi sekarang, peluang pemilihan dijadikan produk yang bisa diperdagangkan. Pada titik ini, tidak ada lagi batasan—politik, sentimen, volatilitas, semua dijadikan instrumen finansial. Kenapa tidak sekalian saja kita jadikan segalanya seperti kasino?” papar CEO Coin Bureau, Nic Puckrin .

SponsoredSponsored

Roundhill Investments dan GraniteShares juga mengajukan pengajuan serupa. Ini menandakan permintaan tinggi akan akses prediction market yang teregulasi dan dijangkau masyarakat luas.

Platform seperti Polymarket terus memperluas keterlibatan konsumen dalam berbagai topik mulai dari pemilu, geopolitik, hingga acara olahraga.

Hasil dari pertarungan antara pemerintah federal dan negara bagian akan sangat menentukan apakah prediction market dapat berkembang menjadi infrastruktur keuangan inti, atau tetap menjadi ceruk yang kontroversial dan terfragmentasi.

Sementara itu, karena data Kalshi semakin sebanding dengan prediksi ekonomi tradisional, perdebatan soal kredibilitas sekaligus kontrol pun makin memanas. Hal ini membuat prediction market menjadi titik panas di persimpangan antara finansial, hukum, dan politik.

Join Our Community

Connect with traders, share insights, and profit together!

⚡️

A collaborative community where traders of all levels learn, share knowledge, and grow together. Join us to exchange ideas and achieve profitable outcomes.