News

Coinbase CEO: RUU Kripto AS Berisiko Menyerahkan Masa Depan Aset Digital kepada Bank Besa

RRafara
January 18, 2026
3 min read
Coinbase CEO: RUU Kripto AS Berisiko Menyerahkan Masa Depan Aset Digital kepada Bank Besa

CEO Coinbase, Brian Armstrong, kembali menjadi pusat perhatian setelah menyuarakan kritik keras terhadap rancangan undang-undang pasar kripto terbaru yang sedang dibahas di Senat Amerika Serikat. Armstrong menilai bahwa RUU tersebut secara diam-diam memberi keuntungan struktural kepada bank-bank besar dan berpotensi “membunuh kompetisi” dengan membatasi ruang gerak perusahaan kripto independen.

Komentar ini disampaikan tidak lama setelah Coinbase menarik dukungannya terhadap draf legislasi yang sebelumnya dipandang sebagai langkah maju menuju regulasi yang lebih jelas bagi industri aset digital.

RUU Ini Dianggap Bias terhadap Bank Besar

Menurut Armstrong, redaksi terbaru dalam RUU tersebut memungkinkan bank besar untuk mendapatkan kontrol lebih besar terhadap produk aset digital, khususnya yang terkait:

  • penyimpanan kustodian,

  • perdagangan derivatif kripto,

  • layanan settlement berbasis blockchain.

RUU tersebut juga disebutkan dapat menempatkan hambatan tambahan bagi perusahaan seperti Coinbase dalam menawarkan produk inovatif yang saat ini tidak tercakup dalam kerangka regulasi perbankan tradisional.

Dalam pernyataan publiknya, Armstrong menyebut:

“RUU ini tampak seperti upaya sistematis lembaga keuangan lama untuk mengunci pasar kripto, bukan untuk melindungi konsumen, tetapi untuk mematikan persaingan.”

Komentar ini langsung memicu diskusi hangat di komunitas kripto dan kalangan regulator.

Ketegangan Lama: Bank Tradisional vs. Industri Kripto

Rumor mengenai tekanan dari bank besar terhadap regulator bukan hal baru. Sejumlah analis menilai sektor perbankan tradisional melihat aset digital sebagai ancaman struktural terhadap:

  • model bisnis kustodian,

  • jalur pembayaran internasional,

  • produk derivatif konvensional.

RUU terbaru ini, menurut para kritikus, dapat memperkuat dominasi bank besar dengan memaksa perusahaan kripto mematuhi standar perbankan yang tidak dirancang untuk teknologi blockchain.

Sebaliknya, pihak pendukung RUU mengatakan bahwa regulasi yang lebih ketat diperlukan untuk stabilitas pasar dan perlindungan konsumen.

Dampak Pasar: Sentimen Negatif Jangka Pendek

Harga beberapa token sempat mengalami tekanan setelah berita ini, sementara saham Coinbase juga terkoreksi akibat kekhawatiran pasar bahwa peraturan baru bisa membatasi pendapatan dan inovasi perusahaan.

Trader menilai komentar Armstrong sebagai sinyal bahwa:

  • RUU tersebut mungkin lebih ketat daripada yang diperkirakan,

  • perusahaan kripto dapat kehilangan fleksibilitas dalam menawarkan produk baru,

  • bank besar mungkin mendapatkan dominasi lebih besar dalam pasar aset digital.

Bagaimana Respons Regulator?

Hingga kini, parlemen AS belum merilis versi final dari RUU tersebut. Namun beberapa legislator mengatakan bahwa industri kripto “perlu berada di bawah kerangka yang memiliki standar tinggi,” sementara mereka menolak anggapan bahwa RUU ini dimaksudkan untuk menguntungkan bank tertentu.

Meski demikian, kelompok advokasi kripto di Washington memperingatkan bahwa ketidakseimbangan regulasi bisa memperlambat inovasi dan mendorong perusahaan keluar dari AS.

Apa Selanjutnya untuk Coinbase?

Coinbase telah meningkatkan aktivitas lobi dalam beberapa bulan terakhir dan mendorong kerangka regulasi yang:

  • mendorong inovasi,

  • menyeimbangkan kepentingan antara perusahaan kripto dan bank tradisional,

  • memberi kejelasan hukum yang konsisten.

Dengan Armstrong kini secara terbuka menentang RUU tersebut, diyakini bahwa negosiasi intensif dengan legislator akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang.

Kesimpulan

Kontroversi ini memperlihatkan perseteruan yang semakin jelas antara dunia keuangan tradisional dan industri kripto.
RUU terbaru berpotensi menentukan siapa yang akan memegang kendali di era aset digital — teknologi baru seperti blockchain, atau institusi lama yang ingin mempertahankan dominasinya.

Armstrong telah menyalakan debat nasional:
Apakah RUU ini benar-benar untuk konsumen, atau untuk konsolidasi kekuatan finansial?

Join Our Community

Connect with traders, share insights, and profit together!

⚡️

A collaborative community where traders of all levels learn, share knowledge, and grow together. Join us to exchange ideas and achieve profitable outcomes.